Title : Wiro – Wasiat Dewa
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 64 page
Size : 310 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Wasiat Dewa
Download Now
Showing posts with label Silat. Show all posts
Showing posts with label Silat. Show all posts
7/22/2008
Wiro – Wasiat Iblis
Title : Wiro – Wasiat Iblis
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 58 page
Size : 212 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Wasiat Iblis
Download Now
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 58 page
Size : 212 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Wasiat Iblis
Download Now
Wiro - Serikat Candu Iblis
Title : Wiro - Serikat Candu Iblis
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 52 page
Size : 287 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Serikat Candu Iblis
"Pertama, aku cukup gembira bahwa kau memang membereskan Jala Gandring, Barataji dan
Lawunggeno. Tetapi pahala yang kau buat itu terkubur bersama kejadian di perbatasan!"
"Pusat penghisapan candu di sana diobrak-abrik oleh orang tak dikenal. Beberapa orang
anggota serikat yang menjadi pelindung dan pengawal dibunuh. Beberapa lainnya cedera
berat. Bagaimana ini bisa terjadi!? Kau harus menjawabnya nanti!"
"Hal kedua, orang kita di tempat itu, yakni Sentiko juga tewas. Ada keanehan pada keadaan
mayatnya. Kemaluannya dijirat! Gila betul! Tapi itu tidak membuatku risau! Yang perlu
diungkapkan ialah bahwa Sentiko mati akibat ditancap sumpit beracun yang ada lambang
singkatan Serikat Candu Iblis! Adalah aneh kalau orang Serikat membunuh kawannya sendiri!
Hal ketiga.."
Raden Haryo Adipuro tampak berdiri dari kursinya. Terdengar dia berucap memotong katakata
Soltan Ramada. "Hal ketiga atau keempat atau kelima tidak penting bagiku! Aku ingin
bertanya! Apakah kau juga ingin mati dengan kemaluan dijirat seperti yang terjadi dengan
Sentiko?!"
Download Now
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 52 page
Size : 287 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Serikat Candu Iblis
"Pertama, aku cukup gembira bahwa kau memang membereskan Jala Gandring, Barataji dan
Lawunggeno. Tetapi pahala yang kau buat itu terkubur bersama kejadian di perbatasan!"
"Pusat penghisapan candu di sana diobrak-abrik oleh orang tak dikenal. Beberapa orang
anggota serikat yang menjadi pelindung dan pengawal dibunuh. Beberapa lainnya cedera
berat. Bagaimana ini bisa terjadi!? Kau harus menjawabnya nanti!"
"Hal kedua, orang kita di tempat itu, yakni Sentiko juga tewas. Ada keanehan pada keadaan
mayatnya. Kemaluannya dijirat! Gila betul! Tapi itu tidak membuatku risau! Yang perlu
diungkapkan ialah bahwa Sentiko mati akibat ditancap sumpit beracun yang ada lambang
singkatan Serikat Candu Iblis! Adalah aneh kalau orang Serikat membunuh kawannya sendiri!
Hal ketiga.."
Raden Haryo Adipuro tampak berdiri dari kursinya. Terdengar dia berucap memotong katakata
Soltan Ramada. "Hal ketiga atau keempat atau kelima tidak penting bagiku! Aku ingin
bertanya! Apakah kau juga ingin mati dengan kemaluan dijirat seperti yang terjadi dengan
Sentiko?!"
Download Now
7/21/2008
Wiro – Ratu Mesum Bukit Kemukus
Title : Wiro – Ratu Mesum Bukit Kemukus
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 46 page
Size : 493 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Ratu Mesum Bukit Kemukus
Pendekar 212 Wiro Sableng memandang berkeliling. Lalu melirik pada Sawitri
yang duduk di sebelahnya.
“Malam ini adalah malam terakhirmu. Kau sudah berada di sini sebanyak dua
puluh satu kali. Tapi kau tak kelihatan gembira. Padahal bukankah setelah mandi di
pancuran sana kau akan segera bertemu sang ratu. Mendapatkan ilmu kebal dan lebih
dari itu aku yakin ratu akan terpikat pada kegagahan tampangmu serta kekukuhan
tubuhmu….”
Wiro tertawa lebar dan mendehem beberapa kali. “Tentu saja aku gembira.
Setelah menunggu dua puluh satu minggu akhirnya aku akan segera bertemu muka
dengan ratumu. Hanya saja aku punya rasa was-was…..”
“Maksudmu…..?” tanya Sawitri.
“Sejak minggu keempat dulu aku merasa gerak gerikku berada di bawah
pengawasan orang-orang bukit Kemukus ini. Tindak tandukku seperti diintai……”
Sawitri keluarkan suara tertawa panjang.
Download Now
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 46 page
Size : 493 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Ratu Mesum Bukit Kemukus
Pendekar 212 Wiro Sableng memandang berkeliling. Lalu melirik pada Sawitri
yang duduk di sebelahnya.
“Malam ini adalah malam terakhirmu. Kau sudah berada di sini sebanyak dua
puluh satu kali. Tapi kau tak kelihatan gembira. Padahal bukankah setelah mandi di
pancuran sana kau akan segera bertemu sang ratu. Mendapatkan ilmu kebal dan lebih
dari itu aku yakin ratu akan terpikat pada kegagahan tampangmu serta kekukuhan
tubuhmu….”
Wiro tertawa lebar dan mendehem beberapa kali. “Tentu saja aku gembira.
Setelah menunggu dua puluh satu minggu akhirnya aku akan segera bertemu muka
dengan ratumu. Hanya saja aku punya rasa was-was…..”
“Maksudmu…..?” tanya Sawitri.
“Sejak minggu keempat dulu aku merasa gerak gerikku berada di bawah
pengawasan orang-orang bukit Kemukus ini. Tindak tandukku seperti diintai……”
Sawitri keluarkan suara tertawa panjang.
Download Now
Wiro - Pendekar Pemetik Bunga
Title : Wiro - Pendekar Pemetik Bunga
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 123 page
Size : 326 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Pendekar Pemetik Bunga
Download Now
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 123 page
Size : 326 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Pendekar Pemetik Bunga
Download Now
Wiro - Pendekar Gunung Fuji
Title : Wiro - Pendekar Gunung Fuji
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 44 page
Size : 239 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Pendekar Gunung Fuji
SUARA siulan Pendekar 212 berhenti, berganti dengan decak penuh kagum. Saat itu dia berada di kaki
Gunung Fuji, memandang gunung berketinggian lebih dari 11.000 kaki yang sebagaian besar dikelilingi
salju abadi.
Wiro rapatkan kerah baju tebalnya. Musim dingin segera berakhir namun di kaki gunung, udara seperti
tidak mengalami perubahan walau matahari tampak terang benderang. Di sekelilingnya pohon-pohon
Sakura bertebaran. Kebanyakan tertutup salju tipis.
Dari dalam saku baju Wiro keluarkan sebuah botol terbuat dari kaleng putih, lalu membuka tutupnya
dan meneguk isinya. Wajahnya yang tadi pucat, kini tampak kemerahan. “ Kalau saja aku bisa
dapatkan tuak, rasanya pasti lebih segar dari sake ini. Tapi masih untung masih ada sake dari
pada tidak sama sekali, bisa mati kedinginan, Uhh…!”
Wiro masukan botol minuman ke sakunya. Ketika hendak meninggalkan tempat, langkahnya terhenti
oleh suara kaki kuda. Wiro berpaling dan melihat seekor kuda coklat polos tak berapa jauh dari dirinya.
Seekor binatang liar yang kesasar. Tapi ketika mendekat, ada pelana. Berarti dugaannya salah. Wiro
dekati kuda coklat tadi. Langkahnya terhentak ketika melihat noda merah di pelana dan badan kuda.
Ketika memperhatikan tanah, juga terdapat bercak merah. Bercak darah!
Download Now
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 44 page
Size : 239 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Pendekar Gunung Fuji
SUARA siulan Pendekar 212 berhenti, berganti dengan decak penuh kagum. Saat itu dia berada di kaki
Gunung Fuji, memandang gunung berketinggian lebih dari 11.000 kaki yang sebagaian besar dikelilingi
salju abadi.
Wiro rapatkan kerah baju tebalnya. Musim dingin segera berakhir namun di kaki gunung, udara seperti
tidak mengalami perubahan walau matahari tampak terang benderang. Di sekelilingnya pohon-pohon
Sakura bertebaran. Kebanyakan tertutup salju tipis.
Dari dalam saku baju Wiro keluarkan sebuah botol terbuat dari kaleng putih, lalu membuka tutupnya
dan meneguk isinya. Wajahnya yang tadi pucat, kini tampak kemerahan. “ Kalau saja aku bisa
dapatkan tuak, rasanya pasti lebih segar dari sake ini. Tapi masih untung masih ada sake dari
pada tidak sama sekali, bisa mati kedinginan, Uhh…!”
Wiro masukan botol minuman ke sakunya. Ketika hendak meninggalkan tempat, langkahnya terhenti
oleh suara kaki kuda. Wiro berpaling dan melihat seekor kuda coklat polos tak berapa jauh dari dirinya.
Seekor binatang liar yang kesasar. Tapi ketika mendekat, ada pelana. Berarti dugaannya salah. Wiro
dekati kuda coklat tadi. Langkahnya terhentak ketika melihat noda merah di pelana dan badan kuda.
Ketika memperhatikan tanah, juga terdapat bercak merah. Bercak darah!
Download Now
7/20/2008
Wiro – Pembalasan Ratu Laut Utara
Title : Wiro – Pembalasan Ratu Laut Utara
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 42 page
Size : 96 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Pembalasan Ratu Laut Utara
DJAROT Pangestu mandi sepuas hatinya di bawah pancuran. Kedua tangannya sibuk menggosok daki tebal yang
menyelimuti sekujur muka dan wajahnya yang bertampang menyeramkan oleh sebuah cacat guratan bekas luka
yang dalam melintang, mulai dari mata kiri turun ke bawah dekat hidung sampai bibir.
Seorang lelaki tua terbungkuk-bungkuk mendatangi membawa sebuah sarung lusuh. “Selamat bagimu Djarot!”
kata orang tua itu keras-keras agar dapat meningkahi suara air pancuran yang deras.
Djarot Pangestu berpaling sedikit lalu berkata datar. “Selamat untuk apa!?”
“Bukankah siang ini kau akan keluar dari penjara? Menjadi manusia bebas kembali?!”
Djarot Pangestu menyemburkan air dari mulutnya, mengusap wajahnya yang penuh berewok dan kumis liar, lalu
berkata. “Dua puluh tahun jadi bangkai hidup mendekam di penjara celaka ini ketika akhirnya dibebaskan,
apakah itu satu hal yang menggembirakan?!”
Si orang tua bungkuk melemparkan kain sarung bututnya ke atas batu. Dia memandang ke arah kedua kaki Djarot
Pangestu di mana seuntai rantai besi yang berat mengikat pergelangan kaki kiri dan kanan lelaki itu satu sama
lain. Dua puluh tahun menjadi budak penjara. Duapuluh tahun pula rantai besi itu telah menggantuli sepasang
kaki Djarot pangestu.
Download Now
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 42 page
Size : 96 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Pembalasan Ratu Laut Utara
DJAROT Pangestu mandi sepuas hatinya di bawah pancuran. Kedua tangannya sibuk menggosok daki tebal yang
menyelimuti sekujur muka dan wajahnya yang bertampang menyeramkan oleh sebuah cacat guratan bekas luka
yang dalam melintang, mulai dari mata kiri turun ke bawah dekat hidung sampai bibir.
Seorang lelaki tua terbungkuk-bungkuk mendatangi membawa sebuah sarung lusuh. “Selamat bagimu Djarot!”
kata orang tua itu keras-keras agar dapat meningkahi suara air pancuran yang deras.
Djarot Pangestu berpaling sedikit lalu berkata datar. “Selamat untuk apa!?”
“Bukankah siang ini kau akan keluar dari penjara? Menjadi manusia bebas kembali?!”
Djarot Pangestu menyemburkan air dari mulutnya, mengusap wajahnya yang penuh berewok dan kumis liar, lalu
berkata. “Dua puluh tahun jadi bangkai hidup mendekam di penjara celaka ini ketika akhirnya dibebaskan,
apakah itu satu hal yang menggembirakan?!”
Si orang tua bungkuk melemparkan kain sarung bututnya ke atas batu. Dia memandang ke arah kedua kaki Djarot
Pangestu di mana seuntai rantai besi yang berat mengikat pergelangan kaki kiri dan kanan lelaki itu satu sama
lain. Dua puluh tahun menjadi budak penjara. Duapuluh tahun pula rantai besi itu telah menggantuli sepasang
kaki Djarot pangestu.
Download Now
Pedang Hati Suci
Title : Pedang Hati Suci
Author : Jin Yon
Language : Indonesian
Page : 390 page
Size : 1.504 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Tempat itu adalah sebuah kampung Moa-keh-po diluar kota Wan-ling di wilajah propinsi
Ouw-lam barat. Didepan tiga buah gubuk jang berderetan itu ada seorang kakek sedang
menganjam sepatu rumput. Terkadang dia mendongak mengikuti pertarungan antara sepasang
muda-mudi dilapangan djemuran padi sana.
Usia kakek itu kira kira setengah abad namun mukanja sudah penuh keriput, rambutnja lebih
separuh sudah ubanan, suatu tanda banjak penderitaan pedjuangan hidup. Tapi waktu itu
tampak dia mengulum senjum, ia puas terhadap pertandingan pedang sepasang muda-mudi
itu.
Pemudi jang sedang bertanding itu berumur antara 17-18 tahun berwadjah bundar, bermata
djeli. Keringatnja sudah membasahi keningnja dan mengutjur pula kepipinja. Ketika ia
mengusap keringat dengan lengan badjunja, makin tjantiklah tampaknja gadis itu.
Adapun usia pemuda itu lebih tua dua-tiga tahun daripada si gadis. Berperawakan djangkung,
kulitnja hitam, tulang pipinja agak menonjol, tangan kasar, kaki besar, itulah tjiri tjiri khas
anak petani.Pedang kaju jang dimainkannja itu tampil sangat tjepat dan lintjah.
Download Now
Author : Jin Yon
Language : Indonesian
Page : 390 page
Size : 1.504 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Tempat itu adalah sebuah kampung Moa-keh-po diluar kota Wan-ling di wilajah propinsi
Ouw-lam barat. Didepan tiga buah gubuk jang berderetan itu ada seorang kakek sedang
menganjam sepatu rumput. Terkadang dia mendongak mengikuti pertarungan antara sepasang
muda-mudi dilapangan djemuran padi sana.
Usia kakek itu kira kira setengah abad namun mukanja sudah penuh keriput, rambutnja lebih
separuh sudah ubanan, suatu tanda banjak penderitaan pedjuangan hidup. Tapi waktu itu
tampak dia mengulum senjum, ia puas terhadap pertandingan pedang sepasang muda-mudi
itu.
Pemudi jang sedang bertanding itu berumur antara 17-18 tahun berwadjah bundar, bermata
djeli. Keringatnja sudah membasahi keningnja dan mengutjur pula kepipinja. Ketika ia
mengusap keringat dengan lengan badjunja, makin tjantiklah tampaknja gadis itu.
Adapun usia pemuda itu lebih tua dua-tiga tahun daripada si gadis. Berperawakan djangkung,
kulitnja hitam, tulang pipinja agak menonjol, tangan kasar, kaki besar, itulah tjiri tjiri khas
anak petani.Pedang kaju jang dimainkannja itu tampil sangat tjepat dan lintjah.
Download Now
Wiro – Munculnya Shinto Gendeng
Title : Wiro – Munculnya Shinto Gendeng
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 32 page
Size : 139 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Munculnya Shinto Gendeng
Malam rimba belantara luar biasa lebat dan sunyinya itu Sri Baginda duduk di atas batangan
pohon yang sengaja ditebang untuk dijadikan tempat duduk. Di sebelahnya duduk Patih Kerajaan.
Permaisuri tegak bersandar ke tiang bangunan yang baru saja selesai dibuat secara darurat. Bangunan
itu tanpa dinding sama sekali. Atapnya dari cabang-cabang pepohonan yang dirapatkan dan ditutup
dengan berbagai dedaunan. Enam orang pengawal berbadan tegap dengan senjata terhunus
mengelilingi tempat itu. Seorang lelaki separuh baya berpakaian ringkas dengan sebilah keris terselip di
pinggang melangkah mundar-mandir. Sepasang matanya membersitkan pandangan tajam.
Agak ke sebelah belakang bangunan yang tak lebih dari sebuah gubuk itu, duduk di atas tikar
daun seorang perempuan muda berparas jelita berkulit kuning langsat. Perempuan ini adalah salah
seorang selir Sri Baginda.
Tak ada yang membuka mulut. Kesunyian rimba belantara hanya dirasuki oleh langkah-langkah
lelaki berpakaian ringkas yang mundar-mandir itu.
Download Now
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 32 page
Size : 139 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Munculnya Shinto Gendeng
Malam rimba belantara luar biasa lebat dan sunyinya itu Sri Baginda duduk di atas batangan
pohon yang sengaja ditebang untuk dijadikan tempat duduk. Di sebelahnya duduk Patih Kerajaan.
Permaisuri tegak bersandar ke tiang bangunan yang baru saja selesai dibuat secara darurat. Bangunan
itu tanpa dinding sama sekali. Atapnya dari cabang-cabang pepohonan yang dirapatkan dan ditutup
dengan berbagai dedaunan. Enam orang pengawal berbadan tegap dengan senjata terhunus
mengelilingi tempat itu. Seorang lelaki separuh baya berpakaian ringkas dengan sebilah keris terselip di
pinggang melangkah mundar-mandir. Sepasang matanya membersitkan pandangan tajam.
Agak ke sebelah belakang bangunan yang tak lebih dari sebuah gubuk itu, duduk di atas tikar
daun seorang perempuan muda berparas jelita berkulit kuning langsat. Perempuan ini adalah salah
seorang selir Sri Baginda.
Tak ada yang membuka mulut. Kesunyian rimba belantara hanya dirasuki oleh langkah-langkah
lelaki berpakaian ringkas yang mundar-mandir itu.
Download Now
Wiro – Maut Bernyanyi Di Pajajaran
Title : Wiro – Maut Bernyanyi Di Pajajaran
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 91 page
Size : 376 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Maut Bernyanyi Di Pajajaran
Di bawah terik panasnya matahari di siang bolong itu maka bertiuplah angin kencang
dan gersang. Debu pasir di pedataran beterbangan ke udara, memekat tebal, menutup
pemandangan beberapa saat lamanya.
Suara siulan aneh yang melengking-lengking membawakan lagu tak menentu terdengar
di lereng bukit di ujung pedataran. Siulan aneh ini seperti mau menerpa dan menumbangkan
hembusan angin gersang yang datang dari pedataran.
Tiba-tiba sekali suara siulan aneh ini terhenti!
Sebagai gantinya mengumandangkan suara tertawa mengekeh di seantero bukit.
Download Now
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 91 page
Size : 376 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Maut Bernyanyi Di Pajajaran
Di bawah terik panasnya matahari di siang bolong itu maka bertiuplah angin kencang
dan gersang. Debu pasir di pedataran beterbangan ke udara, memekat tebal, menutup
pemandangan beberapa saat lamanya.
Suara siulan aneh yang melengking-lengking membawakan lagu tak menentu terdengar
di lereng bukit di ujung pedataran. Siulan aneh ini seperti mau menerpa dan menumbangkan
hembusan angin gersang yang datang dari pedataran.
Tiba-tiba sekali suara siulan aneh ini terhenti!
Sebagai gantinya mengumandangkan suara tertawa mengekeh di seantero bukit.
Download Now
7/19/2008
Wiro – Malaikat Maut Berambut Salju
Title : Wiro – Malaikat Maut Berambut Salju
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 42 page
Size : 454 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Malaikat Maut Berambut Salju
Gubuk di tengah rimba belantara itu tenggelam dalam kesunyian dan kegelapan
malam. Satu pertanda tidak ada orang atau penghuni di dalamnya. Seekor burung
hantu mengepakkan sayapnya di cabang sebuah pohon lalu mengeluarkan suara aneh
menggidikkan bagi siapa saja yang mendengarnya.
Pada saat itulah lapat-lapat di kejauhan terdengar suara langkah-langkah kaki
kuda. Agaknya binatang ini tidak berlari kencang melainkan berjalan perlahan dalam
kegelapan malam.
Binatang itu sampai di depan gubuk. Penunggangnya ternyata seorang lelaki
dan seorang perempuan. Yang lelaki turun lebih dahulu lalu membantu yang
perempuan. Perempuan ini tampak menggendong sesuatu yang ternyata adalah
seorang bayi terbungkus dalam kain tebal.
“Kau masuklah lebih dulu. Aku akan menyembunyikan kuda ……” berkata
yang lelaki. Suaranya hampir berbisik.
Download Now
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 42 page
Size : 454 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Malaikat Maut Berambut Salju
Gubuk di tengah rimba belantara itu tenggelam dalam kesunyian dan kegelapan
malam. Satu pertanda tidak ada orang atau penghuni di dalamnya. Seekor burung
hantu mengepakkan sayapnya di cabang sebuah pohon lalu mengeluarkan suara aneh
menggidikkan bagi siapa saja yang mendengarnya.
Pada saat itulah lapat-lapat di kejauhan terdengar suara langkah-langkah kaki
kuda. Agaknya binatang ini tidak berlari kencang melainkan berjalan perlahan dalam
kegelapan malam.
Binatang itu sampai di depan gubuk. Penunggangnya ternyata seorang lelaki
dan seorang perempuan. Yang lelaki turun lebih dahulu lalu membantu yang
perempuan. Perempuan ini tampak menggendong sesuatu yang ternyata adalah
seorang bayi terbungkus dalam kain tebal.
“Kau masuklah lebih dulu. Aku akan menyembunyikan kuda ……” berkata
yang lelaki. Suaranya hampir berbisik.
Download Now
Wiro – Keris Tumbal Wilayuda
Title : Wiro – Keris Tumbal Wilayuda
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 94 page
Size : 396 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Keris Tumbal Wilayuda
SUARA beradunya berbagai macam senjata, suara bentakan garang ganas yang
menggeledek di berbagai penjuru, suara pekik jerit kematiansera suara mereka yang merintih
dalam keadaan terluka parah dan menjelang meregang nyawa, semuanya menjadi satu
menimbulkan suasana maut yang menggidikkan!
Di mana-mana darah membanjir! Di mana-mana bertebaran sosok-sosok tubuh tanpa
nyawa! Bau anyir darah memegapkan nafas, menggerindingkan bulu roma! Pertempuran itu
berjalan terus, korban semakin banyak yang bergelimpangan, mati dalam cara berbagai rupa.
Ada yang terbabat putus batang lehernya. Ada yang robek besar perutnya sampai ususnya
menjela-jela. Kepala yang hampir terbelah, kepala yang pecah, dada yang tertancap tombak.
Kutungan-kutungan tangan serta kaki!
Download Now
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 94 page
Size : 396 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Keris Tumbal Wilayuda
SUARA beradunya berbagai macam senjata, suara bentakan garang ganas yang
menggeledek di berbagai penjuru, suara pekik jerit kematiansera suara mereka yang merintih
dalam keadaan terluka parah dan menjelang meregang nyawa, semuanya menjadi satu
menimbulkan suasana maut yang menggidikkan!
Di mana-mana darah membanjir! Di mana-mana bertebaran sosok-sosok tubuh tanpa
nyawa! Bau anyir darah memegapkan nafas, menggerindingkan bulu roma! Pertempuran itu
berjalan terus, korban semakin banyak yang bergelimpangan, mati dalam cara berbagai rupa.
Ada yang terbabat putus batang lehernya. Ada yang robek besar perutnya sampai ususnya
menjela-jela. Kepala yang hampir terbelah, kepala yang pecah, dada yang tertancap tombak.
Kutungan-kutungan tangan serta kaki!
Download Now
Wiro – Kembali Ke Tanah Jawa
Title : Wiro – Kembali Ke Tanah Jawa
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 39 page
Size : 178 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Kembali Ke Tanah Jawa
Malam gelap gulita. Tak nampak rembulan tak kelihatan kelipan bintang. Udara dingin
menusuk tulang sampai ke sumsum. Hembusan angin laksana menyayat kulit. Suasana sunyi di
kawasan bukit-bukit karang sesekali dipecah oleh suara deburan ombak yang datang dari arah
Teluk Penanjung – Pangandaran, menghantam kaki bukit karang.
Di arah timur, dua bukit karang menjulang tinggi menghitam. Di antara dua batu karang
ini terbentang satu jurang dalam gelap gulita. Sesekali terdengar suara aneh seperti ngiang tiupan
seruling. Itulah suara angin yang terpesat berputar masuk ke dalam jurang, tenggelam lalu
menebar di dasarnya tak mampu bergerak naik kembali.
Di salah sau sisi barat jurang pada kedalaman hanya sekitar dua puluh kaki terdapat
bagian dinding jurang mencekung ke dalam membentuk goa seluas hampir 20 kaki persegi. Dari
atas jurang goa besar ini tidak kelihatan karena tertutup tubir batu dan semak belukar rimbun. Di
pertengahan goa, tenggelam dalam kegelapan ada sebentuk batu berlumut setinggi menusia yang
duduk bersila
Download Now
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 39 page
Size : 178 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Kembali Ke Tanah Jawa
Malam gelap gulita. Tak nampak rembulan tak kelihatan kelipan bintang. Udara dingin
menusuk tulang sampai ke sumsum. Hembusan angin laksana menyayat kulit. Suasana sunyi di
kawasan bukit-bukit karang sesekali dipecah oleh suara deburan ombak yang datang dari arah
Teluk Penanjung – Pangandaran, menghantam kaki bukit karang.
Di arah timur, dua bukit karang menjulang tinggi menghitam. Di antara dua batu karang
ini terbentang satu jurang dalam gelap gulita. Sesekali terdengar suara aneh seperti ngiang tiupan
seruling. Itulah suara angin yang terpesat berputar masuk ke dalam jurang, tenggelam lalu
menebar di dasarnya tak mampu bergerak naik kembali.
Di salah sau sisi barat jurang pada kedalaman hanya sekitar dua puluh kaki terdapat
bagian dinding jurang mencekung ke dalam membentuk goa seluas hampir 20 kaki persegi. Dari
atas jurang goa besar ini tidak kelihatan karena tertutup tubir batu dan semak belukar rimbun. Di
pertengahan goa, tenggelam dalam kegelapan ada sebentuk batu berlumut setinggi menusia yang
duduk bersila
Download Now
Wiro – Hari Hari Terkutuk
Title : Wiro – Hari Hari Terkutuk
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 58 pages
Size : 649 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Wiro – Hari Hari Terkutuk
Bangunan besar itu dari luar tampak sepi-sepi saja. Satu-satunya penerangan
hanya sebuah lampu minyak yang berkelap-kelip di bawah cucuran atap dekat pintu
masuk yang berada dalam keadaan tertutup. Di kejauhan terdengar suara derap kaki
kuda mendatangi. Tak lama kemudian empat penunggang kuda memasuki halaman
depan yang gelap.
Lelaki pertama bertubuh tinggi besar dengan wajah penuh brewok dan kumis
tebal melingtang. Pakaiannya serba hitam. Keningnya diikat dengan sehelai kain
hitam dan di pinggang kirinya tergantung sebilah pedang. Orang ini bernama Kebo
Panaran. Dari gerak geriknya kelihatannya dia yang menjadi pemimpin dari
rombongan yang baru datang ini.
Orang kedua bernama Bargas Pati, bertubuh gemuk berkepala botak plontos.
Mukanya selalu berminyak. Baju dan ikat kepalanya serba merah. Di balik baju
merahnya dia membekal sebuah clurit besar.
Lelaki ketiga berbadan kurus kering tapi tinggi jangkung. Kulitnya sangat
pucat tidak beda mayat. Dia mengenakan pakaina dan ikat kepala warna biru. Di
pinggangnya melingkar sebuah rantai besi yang rupanya menjadi senjatanya. Manusia
satu ini dikenal dengan nama Tunggul Anaprang.
Orang terakhir bernama Legok Ambengan, mengenakan baju dan celana serta
ikat kepala warna hijau. Tubuhnya bungkuk dan di pinggangnya kiri kanan tersisip
sepasang golok pendek.
Download Now
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 58 pages
Size : 649 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Wiro – Hari Hari Terkutuk
Bangunan besar itu dari luar tampak sepi-sepi saja. Satu-satunya penerangan
hanya sebuah lampu minyak yang berkelap-kelip di bawah cucuran atap dekat pintu
masuk yang berada dalam keadaan tertutup. Di kejauhan terdengar suara derap kaki
kuda mendatangi. Tak lama kemudian empat penunggang kuda memasuki halaman
depan yang gelap.
Lelaki pertama bertubuh tinggi besar dengan wajah penuh brewok dan kumis
tebal melingtang. Pakaiannya serba hitam. Keningnya diikat dengan sehelai kain
hitam dan di pinggang kirinya tergantung sebilah pedang. Orang ini bernama Kebo
Panaran. Dari gerak geriknya kelihatannya dia yang menjadi pemimpin dari
rombongan yang baru datang ini.
Orang kedua bernama Bargas Pati, bertubuh gemuk berkepala botak plontos.
Mukanya selalu berminyak. Baju dan ikat kepalanya serba merah. Di balik baju
merahnya dia membekal sebuah clurit besar.
Lelaki ketiga berbadan kurus kering tapi tinggi jangkung. Kulitnya sangat
pucat tidak beda mayat. Dia mengenakan pakaina dan ikat kepala warna biru. Di
pinggangnya melingkar sebuah rantai besi yang rupanya menjadi senjatanya. Manusia
satu ini dikenal dengan nama Tunggul Anaprang.
Orang terakhir bernama Legok Ambengan, mengenakan baju dan celana serta
ikat kepala warna hijau. Tubuhnya bungkuk dan di pinggangnya kiri kanan tersisip
sepasang golok pendek.
Download Now
Wiro – 4 Brewok Dari Goa Sangreng
Title : Wiro – 4 Brewok Dari Goa Sangreng
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 84 page
Size : 357 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
4 Brewok Dari Goa Sangreng
“Ini!” kata laki-laki berkumis melintang itu dengan suara kasar. ”Berikan sama dia!
Aku harus terima jawaban hari ini juga, Kalingundil!! Kau dengar!?” Orang yang bernama
Kalingundil mengangguk. Diambil surat yang disodorkan.
”Kalau dia banyak bacot.....,” kata laki-laki berkumis melintang itu pula, ”bikin beres
saja. Berangkat sekarang, jika perlu bawa Saksoko!” Kalingundil berdiri dan meninggalkan
ruangan itu. Dan bila Kalingundil baru saja lenyap di balik pintu maka menggerendenglah
Suranyali, laki-laki yang berkumis tebal itu.
”Betul-betul perempuan laknat! Perempuan haram jadah!” Dibulatkannya tinju
kanannya dan dipukulkannya meja kayu jati di hadapannya.
”Brakk!!”
Papan meja pecah. Keempat kaki meja amblas sampai tiga senti ke dalam lanci ubin
dan ubin sendiri retak-retak! Kemudian dia berdiri. Tubuhnya menggeletar oleh amarah yang
hampir tak bisa dikendalikannya lagi. Dan mulutnya terbuka kembali. Dia memaki-maki
seorang diri
Download Now
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 84 page
Size : 357 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
4 Brewok Dari Goa Sangreng
“Ini!” kata laki-laki berkumis melintang itu dengan suara kasar. ”Berikan sama dia!
Aku harus terima jawaban hari ini juga, Kalingundil!! Kau dengar!?” Orang yang bernama
Kalingundil mengangguk. Diambil surat yang disodorkan.
”Kalau dia banyak bacot.....,” kata laki-laki berkumis melintang itu pula, ”bikin beres
saja. Berangkat sekarang, jika perlu bawa Saksoko!” Kalingundil berdiri dan meninggalkan
ruangan itu. Dan bila Kalingundil baru saja lenyap di balik pintu maka menggerendenglah
Suranyali, laki-laki yang berkumis tebal itu.
”Betul-betul perempuan laknat! Perempuan haram jadah!” Dibulatkannya tinju
kanannya dan dipukulkannya meja kayu jati di hadapannya.
”Brakk!!”
Papan meja pecah. Keempat kaki meja amblas sampai tiga senti ke dalam lanci ubin
dan ubin sendiri retak-retak! Kemudian dia berdiri. Tubuhnya menggeletar oleh amarah yang
hampir tak bisa dikendalikannya lagi. Dan mulutnya terbuka kembali. Dia memaki-maki
seorang diri
Download Now
7/18/2008
Wiro-Dewi Ular
Title : Wiro-Dewi Ular
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 59 pages
Size : 134 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Dewi Ular
Dewi Ular terus mengumbar tawa. “Kunti Rao...” katanya langsung menyebut nama orang yang biasanya
dipanggilnya dengan sebutan nenek atau guru itu. “Kau manusia sakti paling bodoh di dunia. Setelah tahu apa
yang terpendam di dasar jurang ini, apa kau kira cuma kau seorang yang ingin memilikinya? Apa cuma kau
seorang yang ingin jadi raja di raja dunia persilatan? Semua orang menginginkan kedudukan itu. Termasuk aku!
Hik...hik...hik!”
“Jahanam! Perempuan jahanam!” maki Kunti Rao. Tapi suaranya mendadak jadi perlahan bahkan menghilang.
Matanya yang sipit semakin merah, bergerak liar. Lidahnya ikut bergerak. Lalu semuanya itu berhenti bergerak.
Dadanya yang tadi turun naik kini diam. Sesaat kemudian kepalanya terkulai ke kiri.
Dewi Ular tersenyum. Perlahan-lahan paku hitam dicabutnya dari tenggorokan perempuan gemuk itu. Asap biru
keluar mengepul dari luka bekas tusukan. Dewi Ular mengumbar tawa lalu bangkit berdiri, keluar dari dalam
goa.
Download Now
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 59 pages
Size : 134 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Dewi Ular
Dewi Ular terus mengumbar tawa. “Kunti Rao...” katanya langsung menyebut nama orang yang biasanya
dipanggilnya dengan sebutan nenek atau guru itu. “Kau manusia sakti paling bodoh di dunia. Setelah tahu apa
yang terpendam di dasar jurang ini, apa kau kira cuma kau seorang yang ingin memilikinya? Apa cuma kau
seorang yang ingin jadi raja di raja dunia persilatan? Semua orang menginginkan kedudukan itu. Termasuk aku!
Hik...hik...hik!”
“Jahanam! Perempuan jahanam!” maki Kunti Rao. Tapi suaranya mendadak jadi perlahan bahkan menghilang.
Matanya yang sipit semakin merah, bergerak liar. Lidahnya ikut bergerak. Lalu semuanya itu berhenti bergerak.
Dadanya yang tadi turun naik kini diam. Sesaat kemudian kepalanya terkulai ke kiri.
Dewi Ular tersenyum. Perlahan-lahan paku hitam dicabutnya dari tenggorokan perempuan gemuk itu. Asap biru
keluar mengepul dari luka bekas tusukan. Dewi Ular mengumbar tawa lalu bangkit berdiri, keluar dari dalam
goa.
Download Now
Wiro-Dendam Manusia Paku
Title : Wiro-Dendam Manusia Paku
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 87 page
Size : 374 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Dendam Manusia Paku
Sesaat lagi tujuh buah paku perak itu akan menancap di kepala dan sekujur tubuh Sandaka
tiba-tiba dari dalam tubuh pemuda itu memacar cahaya hijau. Begitu ujung paku mencapai
ujung cahaya semuanya mencelat mental, ada yang menancap di pohon atau menyangkut di
semak belukar. Anggini terkejut bukan kepalang. Dia dekati paku yang mental lalu jatuh ke
tanah. Ternyata senjata rahasianya itu telah bengkok dan leleh mengepulkan asap.
Datuk Bululawang tertawa mengekeh. “Apa kataku! Senjata rahasiamu tidak lebih dari paku
butut! Kalau kurang puas, apa kau mau coba lagi?” Meski marah tapi Anggini tutup mulut.
Dilihatnya sosok Datuk Bululawang melangkah mengelilingi sosok Sandaka di atas makam
sambil mulutnya meracau entah merapal apa. Dia hentikan langkah ketika kaki kirinya
menginjak sebuah benda keras. Mulut manusia berpunuk itu menyeringai. Dengan ibu jari
kaki kirinya dicongkelnya benda itu. Ternyata sebuah batu hitam sebesar dua kali kepalan.
Download Now
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 87 page
Size : 374 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Dendam Manusia Paku
Sesaat lagi tujuh buah paku perak itu akan menancap di kepala dan sekujur tubuh Sandaka
tiba-tiba dari dalam tubuh pemuda itu memacar cahaya hijau. Begitu ujung paku mencapai
ujung cahaya semuanya mencelat mental, ada yang menancap di pohon atau menyangkut di
semak belukar. Anggini terkejut bukan kepalang. Dia dekati paku yang mental lalu jatuh ke
tanah. Ternyata senjata rahasianya itu telah bengkok dan leleh mengepulkan asap.
Datuk Bululawang tertawa mengekeh. “Apa kataku! Senjata rahasiamu tidak lebih dari paku
butut! Kalau kurang puas, apa kau mau coba lagi?” Meski marah tapi Anggini tutup mulut.
Dilihatnya sosok Datuk Bululawang melangkah mengelilingi sosok Sandaka di atas makam
sambil mulutnya meracau entah merapal apa. Dia hentikan langkah ketika kaki kirinya
menginjak sebuah benda keras. Mulut manusia berpunuk itu menyeringai. Dengan ibu jari
kaki kirinya dicongkelnya benda itu. Ternyata sebuah batu hitam sebesar dua kali kepalan.
Download Now
Wiro-Dendam Orang Orang Sakti
Title : Wiro-Dendam Orang Orang Sakti
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 87 page
Size : 374 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Dendam Orang-orang Sakti
“Mungkin sekali dia diam di sekitar puncak gunung Tangkuban Perahu atau mungkin pula
kedatangannya ke situ hanya satu kebetulan saja dengan hari di mana aku akan membuat perhitungan
dengan Kalingundil…,” demikianlah Pendekar 212 berpikir-pikir di dalam hatinya. Sementara itu si
orang tua tak dikenal dilihatnya berdiri di tepi kawah memandang ke bawah lalu memutar tubuh dan
menjelajahi seluruh permukaan gunung dengan sepasang matanya yang kecil tetapi tajam. Kemudian
orang tua ini pada akhirnya melangkah ke arah deretan pohon-pohon cemara dan di sini duduk
melepaskan lelah. Wiro maklum kini bahwa orang tua ini datang ke situ adalah mencari seseorang dan
ketika orang itu tak ditemuinya dia memutuskan untuk menunggu. Karena merasa tak punya urusan
dengan si orang tua. Wiro tetap saja berada di tempatnya, di atas pohon cemara tinggi.
Download Now
Author : Bastian Tito
Language : Indonesian
Page : 87 page
Size : 374 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Wiro Sableng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Dendam Orang-orang Sakti
“Mungkin sekali dia diam di sekitar puncak gunung Tangkuban Perahu atau mungkin pula
kedatangannya ke situ hanya satu kebetulan saja dengan hari di mana aku akan membuat perhitungan
dengan Kalingundil…,” demikianlah Pendekar 212 berpikir-pikir di dalam hatinya. Sementara itu si
orang tua tak dikenal dilihatnya berdiri di tepi kawah memandang ke bawah lalu memutar tubuh dan
menjelajahi seluruh permukaan gunung dengan sepasang matanya yang kecil tetapi tajam. Kemudian
orang tua ini pada akhirnya melangkah ke arah deretan pohon-pohon cemara dan di sini duduk
melepaskan lelah. Wiro maklum kini bahwa orang tua ini datang ke situ adalah mencari seseorang dan
ketika orang itu tak ditemuinya dia memutuskan untuk menunggu. Karena merasa tak punya urusan
dengan si orang tua. Wiro tetap saja berada di tempatnya, di atas pohon cemara tinggi.
Download Now
Pedang Ular Emas
Title : Pedang Ular Emas
Author : Jin Yong
Language : Indonesian
Page : 505 page
Size : 1542 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Di saat matahari sedang turun dan rombongan gowak terbang pulang, di satu jalanan dari
pegunungan Tjin Nia di Siamsay, satu anak muda lagi kasi kudanya jalan pelahan-lahan,
karena ia sedang menikmati pemandangan alam mendekati magrib yang indah permai.
Mengikuti pemuda ini ada satu kacung umur belasan tahun, kudanya pun kurus, dibebokong
kudanya itu, kecuali bungkusan pakaian pun ada sebuntal pelbagai kitab. Dia ini nampaknya
sibuk, sebab mulai remang-remang, majikannya masih tidak percepat perjalanan mereka.
Download Now
Author : Jin Yong
Language : Indonesian
Page : 505 page
Size : 1542 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Di saat matahari sedang turun dan rombongan gowak terbang pulang, di satu jalanan dari
pegunungan Tjin Nia di Siamsay, satu anak muda lagi kasi kudanya jalan pelahan-lahan,
karena ia sedang menikmati pemandangan alam mendekati magrib yang indah permai.
Mengikuti pemuda ini ada satu kacung umur belasan tahun, kudanya pun kurus, dibebokong
kudanya itu, kecuali bungkusan pakaian pun ada sebuntal pelbagai kitab. Dia ini nampaknya
sibuk, sebab mulai remang-remang, majikannya masih tidak percepat perjalanan mereka.
Download Now
Bukek Siansu
Title : Bukek Siansu
Author : Asmaraman S.Kho Ping Ho
Language : Indonesian
Page : 306 page
Size : 1396 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Pagi itu bukan main indahnya di dalam
hutan di lereng Pegunungan Jeng Hoa San (Gunung Seribu Bunga). Matahari muda
memuntahkan cahayanya yang kuning keemasan ke permukaan bumi, menghidupkan kembali
rumput-rumput yang hampir lumpuh oleh embun, pohon-pohon yang lenyap ditelan
kegelapan malam, bunga-bunga yang menderita semalaman oleh hawa dingin menusuk.
Cahaya kuning emas membawa kehangatan, keindahan, penghidupan itu mengusir halimun
tebal, dan halimun lari pergi dari cahaya raja kehidupan itu, meninggalkan butiran-butiran
embun yang kini menjadi penghias ujung-ujung daun dan rumput membuat bunga-bunga yang
beraneka warna itu seperti dara-dara muda jelita sehabis mandi, segar dan berseri-seri. Cahaya
matahari yang lembut itu tertangkis oleh daun dan ranting pepohonan hutan yang rimbun,
namun kelembutannya membuat cahaya itu dapat juga menerobos di antara celah-celah daun
dan ranting sehingga sinar kecil memanjang yang tampak jelas di antara bayang-bayang
pohon meluncur ke bawah, disana sini bertemu dengan pantulan air membentuk warna
pelangi yang amat indahnya, warna yang dibentuk oleh segala macam warna terutama oleh
warna dasar merah, kuning dan biru. Indah! Bagi mata yang bebas dari segala ikatan,
keindahan itu makin terasa, keindahan yang baru dan yang senantiasa akan nampak baru
biarpun andaikata dilihatnya setiap hari Sebelum cahaya pertama yang kemerahan dari
matahari pagi tampak, keadaan sunyi senyap
Download Now
Author : Asmaraman S.Kho Ping Ho
Language : Indonesian
Page : 306 page
Size : 1396 KB
Categories : Fiction Story
Book Summary
Pagi itu bukan main indahnya di dalam
hutan di lereng Pegunungan Jeng Hoa San (Gunung Seribu Bunga). Matahari muda
memuntahkan cahayanya yang kuning keemasan ke permukaan bumi, menghidupkan kembali
rumput-rumput yang hampir lumpuh oleh embun, pohon-pohon yang lenyap ditelan
kegelapan malam, bunga-bunga yang menderita semalaman oleh hawa dingin menusuk.
Cahaya kuning emas membawa kehangatan, keindahan, penghidupan itu mengusir halimun
tebal, dan halimun lari pergi dari cahaya raja kehidupan itu, meninggalkan butiran-butiran
embun yang kini menjadi penghias ujung-ujung daun dan rumput membuat bunga-bunga yang
beraneka warna itu seperti dara-dara muda jelita sehabis mandi, segar dan berseri-seri. Cahaya
matahari yang lembut itu tertangkis oleh daun dan ranting pepohonan hutan yang rimbun,
namun kelembutannya membuat cahaya itu dapat juga menerobos di antara celah-celah daun
dan ranting sehingga sinar kecil memanjang yang tampak jelas di antara bayang-bayang
pohon meluncur ke bawah, disana sini bertemu dengan pantulan air membentuk warna
pelangi yang amat indahnya, warna yang dibentuk oleh segala macam warna terutama oleh
warna dasar merah, kuning dan biru. Indah! Bagi mata yang bebas dari segala ikatan,
keindahan itu makin terasa, keindahan yang baru dan yang senantiasa akan nampak baru
biarpun andaikata dilihatnya setiap hari Sebelum cahaya pertama yang kemerahan dari
matahari pagi tampak, keadaan sunyi senyap
Download Now
Subscribe to:
Posts (Atom)